Selasa, 17 September 2013

JARINGAN HEWAN

A.      Macam-Macam Jaringan Hewan Vertebrata
1.       Jaringan Epitelium
Macam
Fungsi
Contoh
1.       Epitel pipih selapis
untuk proses sekresi, filtrasi, difusi, dan osmosis
pembuluh darah kapiler, selpaut pembungkus jantung, alveolus, pembuluh limfe
2.       Epitel pipih berlapis banyak
Untuk perlindungan
kulit telapak kaki, rongga mulut, rongga hidung, anus
3.       Epitel kubus selapis
Untuk proses sekresi dan perlindungan
nefron ginjal, permukaan ovarium, lensa mata
4.       Epitel kubus berlapis banyak
Untuk proses sekresi dan absorbsi
kelenjar keringat, kelenjar ludah, testes
5.       Epitel silindris selapis
-          bersilia
-          tidak bersilia

-     organ reproduksi
-     Untuk penyerapan nutrisi

-    oviduk dan uterus
-    lambung, usus (jejunum dan ileum)
6.       Epitel slilindris berlapis banyak
Untuk sekresi dan pelindung
laring,faring, trakhea, kelanjar ludah
7.       Epitel silindris berlapis semu/ silindris bersilia
Untuk sekresi dan pelindung
trakea, rongga hidung
8.       Epitel transisional
Untuk saluran ekskresi
ureter, uretra, dan kandung kemih
2.       Jaringan Ikat
Macam-macam jaringan ikat:
a.       Jaringan ikat longgar
berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya, dapat dijumpai pada mesentarium(selaput perut), pembungkus pembuluh darah, selaput mielin pada aksonsaraf, dan lapisan subkutan kulit.
b.      Jaringan ikat padat
berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katup jantung, kapsul persendian, fasia, tendon, dan ligamen.
c.       Jaringan Tulang rawan (kartilago)
berfungsi memperkuat rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa. Berdasarkan matrik dan susunan serabutnya, dibedakan menjadi:
·      Kartilago hialin (matriks berwarna putih kebiruan dan transparan), berperan sebagai rangka pada masa embrio, pada orang dewasa melapisi permukaan sendi antartulang persendian dan saluran pernapasan.
·      Kartilago elastis (matriks berwarna kuning), terdapat pada organ laring, pembuluh eustachius, dan telinga luar.
·      Kartilago fibrosa (matriks berwarna gelap dan keruh), ditemukan diantara ruas tulang belakang, pertemuan tulang kemaluan, dantendon.
d.      Tulang sejati (Osteon)
Berdasarkan kepadatan matrik atau ada tidaknya rongga di dalamnya, tulang dibedakan menjadi tulang kompak (tulang keras atau tulang padat dengan matriks tersusun rapat) dan tulang spons (tulang bunga karang dengan matriks tersusun longgar).
e.      Jaringan Darah (Blood Tissue)
·      Komponen utama: cairan yang berisi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping-keping darah (trombosit), serta cairanplasma darah.
·      Fungsi: pengangkutan O2 dan CO2, sari-sari makanan, hormon, sisa metabolisme, dan alat pertahanan tubuh.
f.        Jaringan Limfe (Getah Bening)
·      Jaringan limfe banyak terdapat pada organ seperti timus, nodus limfa, dan tonsil.
·      Fungsi: mengedarkan asam lemak dan gliserol ke seluruh tubuh dan sebagai alat pertahanan tubuh.
3.       Jaringan Otot (Muscle Tissue)
Berdasarkan struktur penyusunnya dapat dibedakan menjadi:
a.     Otot polos, misalnya pembuluh darah, usus, kantung kemih, dan rahim.
b.    Otot rangka/lurik, otot rangka terdapat pada seluruh rangka tubuh, anus, dan mata.
c.     Otot jantung, otot jantung terletak pada dinding jantung dan vena besar yang menuju ke jantung.
4.       Jaringan Saraf (Neuron Tissue)
a.       Unit terkecil jaringan saraf adalah neuron (sel saraf). Jaringan ini sangat penting untuk mengatur kerja organ-organ tubuh bersama sistem hormon.
b.      Bagian-bagian dari neuron:
1)      Dendrit,  berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
2)      Badan sel, merupakan bagian sel saraf yang mengandung nukleus (inti) dengan nukleolus (anak inti) di tengahnya.
3)      Neurit (akson), berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain. Akson memiliki selubung yang terdiri dari:
a)      Selubung mielin, berfungsi sebagai isolator dan pemberi nutrien bagi akson.
b)      Selubung neurilema, berfungsi untuk regenerasi akson dan dendrit yang rusak.
B.      Organ Hewan Vertebrata
Organ yang terbentuk dari beberapa jaringan yang melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh.  Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.       Organ dalam, contoh: hati, ginjal, usus, jantung, dan paru-paru.
2.       Organ luar, contoh: tangan, kaki, hidung, mulut, telinga, dan mata.
C.      Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari beberapa organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu.  Berikut adalah  sistem organ pada tubuh hewan vertebrata.
No.
Sistem Organ
Fungsi
Organ Penyusun
1.        
gerak
menyokong, melindungi organ dalam, dan sebagai alat gerak
tulang dan otot
2.        
kulit
melindungi dan menutup alat-alat tubuh
kulit tubuh, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak
3.        
saraf
menerima rangsang dari lingkungan, mengatur tingkah laku, dan mengkoordinasikan aktivitas tubuh
otak, sumsum tulang belakang, sumsum lanjutan,  serabut saraf dan simpul saraf
4.        
sirkulasi
mentransportasikan darah dan limfa ke seluruh bagian tubuh
jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa, dan darah
5.        
respirasi
bernapas (Pertukaran gas O2 dan CO2)
hidung, tenggorokan, paru-paru
6.        
ekskresi
mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan lingkungannya
ginjal, ureter, kantung kemih, uretra
7.        
reproduksi
berkembangbiak dan menghasilkan keturunan
penis, testis, ovarium, uterus
8.        
pencernaan
mencerna makanan
mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus, dan kelenjar pencernaan.
9.        
endokrin (kelenjar buntu)
menghasilkan hormon dan mengintegrasikannya dengan fungsi organ tubuh
kelenjar tiroid, paratiroid, pituari, dan adrenal

Contoh Soal dan Penyelesaian
1.    Epitelium bersilia melapisi bagian tubuh beriku ini, kecuali ....
A.      trakea
B.      bronkus
C.      rongga hidung
D.      saluran sperma
E.       usus
Penyelesaian
Jaringan epitel yang memiliki bentuk silia adalah epitel slindris selapis bersilia, epitel silindris berlapis banyak bersilia, dan epitel silindris berlapis semu. Jaringan tersebut banyak ditemukan pada saluran ekskresi besar, sebagian besar saluran reproduksi jantan, saluran pernapasan, dan rongga hidung. Jaringan epitel ini mempunyai fungsi yang berhubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi, dan gerakan zat yang melewati permukaan. Seperti di saluran pernapasan, silia berfungsi sebagai ”saringan” bagi udara yang masuk melalui rongga hidung. Debu dan partikel kecil lainnya yang terbawa masuk akan dihalau oleh gerakan silia dan kita akan terbatuk untuk mengeluarkan debu dan partikel tersebut. Adapun saluran pencernaan termasuk lambung dan usus dilapisi oleh epitelium silindris selapis tidak bersilia.

ALAT GERAK PASIF

Gerak merupakan aktifitas dari hasil koordinasi antara otot, rangka dan saraf.
Sistem gerak pada manusia dan hewan terdiri atas rangka (tulang) dan otot. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif, sedangkan tulang disebut sebagai alat gerak pasif.
Rangka sebagai alat gerak pasif terbagi menjadi 2:
  1. Rangka aksial: tersusun atas os kranialis (tulang tengkorak), os vikalis (tulang leher), os torakalis (tulang punggung), os lumbalis (tulang pinggang), is sakralis (tulang kelangkang), os kaudalis (tulang ekor), os kostalis (tulang rusuk), dan os sternum (tulang dada).
  2. Rangka apendikular: tersusun atas girdle pectoralis (gelang bahu) dan girdle pelvis (gelang panggul). 
  • a)   girdle pectoralis (gelang bahu) yang terdiri atas os skapula (tulang belikat), os klavikula (tulang selangka), os humerus (tulang lengan atas), os radius dan os ulna (tulang hasta dan tulang pengumpil), os karpal (tulang pergelangan tangan), os metakarpal (tulang telapak tangan), os falanges (tulang jari), dan os digiti (tulang ujung jari)
  • b)   girdle pelvis (gelang panggul) yang terdiri atas os ileum (tulang usus), os ischium (tulang duduk), os pubis (tulang kemaluan), os femur (tulang paha), os patella (tulang tempurung lutut), os tibia (tulang kering), os fibula (tulang betis), os tarsal (tulang pergelangan kaki), os metatarsal (tulang telapak kaki), os falanges (tulang jari), dan os digiti (tulang ujung jari)
  1. Berdasarkan bentuk tulang terdiri atas: tulang pipih, tulang pipa dan tulang pendek. Proses Osifikasi atau penulangan dimulai dari cakra epifisis pada tulang pipaPersendian merupakan penghubung antara tulang yang satu dengan tulang lainnya, yang dibedakan dalam: sinartrosis (sendi yang tidak bergerak sama sekali), amfiartrosis dan diartrosis(sendi yang memungkinkan pergerakan). Diartrosis terdiri atas: sendi putar, sendi engsel, pelana, peluru dan peluncur.Gangguan pada tulang dan sendi: fisura, fraktura, osteoporosis, rakitis, lordosis, kifosis, skoliosis, keseleo/ terkilir, artrisis, nekrosis. 
    tambahan info untuk Pembentukan Tulang dan 4 Tahapan Penyembuhan Patah Tulang (tinggal klik)
Source:
1. Campbell. 2008. Biologi (edisi delapan). erlangga
2. Susanto, H. 2009. Biologi, Bedah SKL. Erlangga
3. Omegawati. 2011. Biologi untuk SMA. Intan pariwara

JARINGAN MERISTEM


Jaringan Meristem adalah jaringan yang sel-selnya mampu membelah diri dengan cara mitosis secara terus menerus (bersifat embrional) untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada tumbuhan. Meristem terdapat pada bagian-bagian tertentu saja pada tumbuh.


Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam
1. Jaringan Meristem Primer

Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
2. Jaringan Meristem Sekunder

Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar. Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka).
Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu. Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan atas :
a. Meristem apikal (meristem ujung) 


Meristem apikal (meristem ujung)terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang, serta ujung akar. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
b. Meristem interkalar/aksilar (meristem antara)

Meristem interkalar/aksilar (meristem antara) terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya pada pangkal ruas batang. atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
c. Meristem lateral (meristem samping)

Meristem lateral (meristem samping) merupakan meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang. Meristem lateral terletak sejajar dengan permukaan organ, misalnya kambium dan kambium gabus

Pada umumnya, sel-sel penyusun jaringan meristem berdinding tipis, isodiametris, dan relative kaya akan protoplasma. Vakuola sel meristem sangat kecil dan tersebar di seluruh protoplasma. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang belum terdiferensiasi. Kemampuan jaringan meristem untuk bermitosis secara terus-menerus menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi dan besar. Berdasarkan asal terbentuknya, jaringan meristem digolongkan menjadi dua yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer berasal dari jaringan embrional (embrio/lembaga) yang membelah secara mitosis dan menghasilkan pertumbuhan primer pada tumbuhan sehingga menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi. Meristem primer biasanya terdapat pada ujung (pucuk) batang dan ujung akar. Meristem sekunder berasal dari jaringan dewasa yang sel-selnya telah berkembang lebih lanjut (terdiferensiasi), biasanya pada tumbuhan dikotil. Dari jaringan meristem sekunder akan menghasilkan pertumbuhan sekunder yang menyebabkan batang menjadi bertambah besat misalnya aktivitas kambium pada batang tumbuhan clikotil akan menghasilkan pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam dan pembuluh tapis (floem) ke bagian luar. Selain itu, terdapat kambium gabus (felogen) yang juga merupakan bagian dari pertumbuhan sekunder yang disebut periderm.golongkan menjadi dua

Kambium gabus terdiri atas tiga bagian yaitu:

1) felem, yaitu jaringan gabus itu sendiri yang tersusun atas sel - sel mati
2) felogen, yaitu bagian kambium gabus yang mengarah ke luar membentuk felem.
3) feloderm, yaitu bagian vang dibentuk felogen kearah dalam dan merupakan jaringan yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup.

JARINGAN DEWASA

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1 Jaringan Epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya.
2. Jaringan Parenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
3. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
a. KolenkimSebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
b. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

ORGANISASI SEL

ORGANISASI SEL



SEL
  • Sel menjalankan tugas yang khusus tetapi mempunyai persamaan dari banyak aspek.
  • Setiap jenis sel manjalankan fungsi yang khusus.
  • Sel yang berbeza mempunyai fungsi yang berbeza.

TISU
  • Sekumpulan sel yang sama berkumpul untuk menjalankan fungsi yang sama disebut tisu.


ORGAN
  • —  Tisu-tisu yang berlainan boleh dikumpulkan untuk menjalankan fungsi tertentu disebut organ.
  •  Organ terdiri daripada dua atau lebih jenis tisu untuk menjalankan fungsi tertentu.
  • Setiap jenis tisu dalam suatu organ membantu organ itu menjalankan fungsinya.


SISTEM
  • —  Beberapa jenis organ bekerjasama untuk menjalankan fungsi tertentu dalam proses hidup membentuk sistem.


PERBEDAAN SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

hewan dan tumbuhan. Gulih untuk mengetahui perbedaan sel hewan dan tumbuhan.

a. Sel tumbuhan

1) Dinding sel
Dinding sel tipis dan berlapis-lapis. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, setiap sel baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa.
2) Vakuola
Vakuola atau rongga sel adalah suatu rongga atau kantung berisi cairan yang dikelilingi oleh membran. Pada sel tumbuhan, khususnya pada sel parenkim dan kolenkim dewasa memiliki vakuola tengah berukuran besar yang dikelilingi oleh membran tonoplas.
Fungsi vakuola:
  • Memasukkan air melalui tonoplas untuk membangun turgor sel.
  • Adanya pigmen antosian memberikan kemungkinan warna cerah yang menarik pada bunga, pucuk daun, dan buah.
  • Kadangkala vakuola tumbuhan mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu sel masih hidup.
  • Menjadi tempat penimbunan sisa-sisa metabolisme.
  • Tempat penyimpanan zat makanan.
Gambar 1.9 Sel tumbuhan.
Gambar 1.9 Sel tumbuhan.
3) Plastida
Plastida merupakan organel yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan berupa butir-butir yang mengandung pigmen atau zat warna. Plastida dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
a) Leukoplas
Leukoplas adalah plastida yang berwarna putih atau tidak berwarna. Umumnya leukoplas terdapat pada organ tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari dan berguna untuk menyimpan cadangan makanan. Berdasarkan fungsinya, leukoplas dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
  • Amiloplas, yaitu leukoplas yang berfungsi membentuk dan menyimpan amilum.
  • Elaioplas, yaitu leukoplas yang berfungsi untuk membentuk dan menyimpan lemak.
  • Proteoplas, yaitu leukoplas yang berfungsi menyimpan protein.
b) Kloroplas
Kloroplas adalah benda terbesar dalam sitoplasma sel tumbuhan. Kloroplas banyak terdapat pada daun dan organ tumbuhan lain yang berwarna hijau. Kloroplas yang berkembang dalam sel daun dan batang yang berwarna hijau mengandung pigmen yang berwarna hijau atau klorofil. Klorofil  berfungsi menyerap energi cahaya matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis dan mengubahnya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel.
Klorofil dibedakan menjadi bermacam-macam, antara lain:
  • klorofil a menampilkan warna hijau biru,
  • klorofil b menampilkan warna hijau kuning,
  • klorofil c menampilkan warna hijau cokelat,
  • klorofil d menampilkan warna hijau merah.
Kloroplas disusun oleh sistem membran yang membentuk kantung-kantung pipih yang disebut tilakoid. Tilakoid tersebut tersusun bertumpuk yang membentuk struktur yang disebut grana (tunggal, granum). Cairan di luar tilakoid disebut stroma. Dengan demikian di dalam kloroplas terdapat dua ruangan yaitu ruang tilakoid dan stroma.
c) Kromoplas
Kromoplas adalah plastida yang memberikan warna yang khas bagi masing-masing tumbuhan. Perbedaan warna pada kromoplas disebabkan oleh perbedaan pigmen yang dikandungnya. Pigmen-pigmen tersebut antara lain:
  • karoten, menimbulkan warna merah kekuningan, misalnya pada wortel
  • xantofil, menimbulkan warna kuning pada daun yang sudah tua
  • fikosianin, memberikan warna biru pada ganggang
  • fikosantin, memberikan warna cokelat pada ganggang
  • fikoeritrin, memberikan warna merah pada ganggang

b. Sel hewan

Gambar 1.11 Sel hewan.
Gambar 1.11 Sel hewan.
Berbeda dengan sel tumbuhan, sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Protoplasma hanya dilindungi oleh selaput yang tipis sehingga bentuk selnya relatif tidak tetap. Ada beberapa sel hewan yang selnya dilindungi oleh cangkang yang kuat dan keras, misalnya pada Euglena dan Radiolaria. Vakuola pada hewan umumnya berukuran kecil. Secara garis besar, perbedaan antara struktur hewan dengan tumbuhan bisa dilihat pada Tabel
 Tabel Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
No
Sel hewan
Sel tumbuhan
1
Tidak mempunyai dinding sel
Mempunyai dinding sel
2
Mempunyai sentrosom
Tidak mempunyai sentrosom
3
Tidak mempunyai plastida
Mempunyai plastida
4
Mempunyai lisosom
Tidak mempunyai lisosom
5
Cadangan makanan brupa lemak dan glikogen
Cadangan makanan berupa pati atau amilum
6
Ukuran Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
Ukuran Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
7
Bentuk Tetap
Bentuk Tidak tetap
8
Diktiosom
Badan golgi
9
Vakuola, Pada sel muda kecil dan banyak, pada sel dewasa tunggal dan besar
Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola yang berukuran kecil baik pada sel muda maupun sel dewasa
Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat membedakan kondisi antara sel hewan dan tumbuhan.

IKATAN LOGAM

IKATAN HIDROGEN

SUBATOMIK

SIMULASI

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM

KEKEKALAN ENERGI

PELUNCURAN ROKET

IMPULS

MOMENTUM

ENERGI MEKANIK

ENERGI KINETIK

GAYA BERAT

GERAK HARMONIK SEDERHANA

PERIODE DAN FREKUENSI

GAYA PEMULIH

SUSUNAN PEGAS

ENERGI POTENSIAL ELASTIS

HUKUM HOOKE

HUKUM HOOKE

SIFAT ELASTIS BENDA PADAT

HUKUM KEPLER

HUKUM KEKEKALAN ENERGI

ENERGI POTENSIAL GRAVITASI

MEDAN GRAVITASI

HUKUM GRAVITASI NEWTON

GAYA GESEKAN

HUKUM NEWTON

PERCEPATAN SUDUT

PERCEPATAN LINEAR

ANALOGI GERAK ROTASI

ANALOGI GERAK TRANSLASI

GERAK PARABOLA

GLB GLBB

FUNGSI PERCEPATAN

PERCEPATAAN SESAAT

PERCEPATAN RATA-RATA

FUNGSI KECEPATAN

KECEPATAN SESAAT

KECEPATAN RATA-RATA

VEKTOR POSISI

GARIS SINGGUNG

GARIS LINGKARAN

TITIK LINGKARAN

PERSAMAAN LINGKARAN

PEMBAGIAN TRIGONOMETRI

PENGURANGAN TRIGONOMETRI

PERTAMBAHAN TRIGONOMETRI

PERKALIAN TRIGONIMETRI

SUDUT PERTENGAHAN

SUDUT RANGKAP

RUMUS JUMLAH

SELISIH SUDUT

HUBUNGAN DUA BUAH SUDUT

MAJEMUK

PELUANG

BINOMINAL

KOMBINASI

PERMUTASI

NOTASI FAKTORIAL

PENCACAHAN

DATA BERKELOMPOK

KOMULATIF

POLIGON

FREKUENSI

DIAGRAM

DESKRIPTIF

STATISTIKA

PENGERTIAN

KONSEP DASAR